jump to navigation

Bus Trans Jogja, sudahkah Anda mencoba? February 20, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
10 comments

Bus Trans Jogja adalah sebuah bus yang istimewa yang beroperasi di sekitar daerah Jogja. Busnya berwarna hijau dan mempunyai halte-halte yang khusus. Untuk asal-usulnya dan pengoperasiaanya oleh siapa aku kurang tau (*ya ampun, keliatan banget ya begonya =p, nggak mengikuti berita ;D). Disini aku cuma pengen sharing pengalamanku aja tentang Trans Jogja.

gambar bus trans jogja

gambar bus trans jogja

Hari gini, belum pernah naik Trans Jogja? Anak Jogja bukan sih kamu?

Hehe, bercanda kali. Tapi beneran lho, wahai kalian yang mengaku anak Jogja, cobalah sekali-kali untuk ber-Trans Jogja ria, maksudnya ya naik bus Trans Jogja. Jangan cuma naik motor kesayangan melulu ;D. Liburan semester kemaren, tepatnya tanggal 19 Januari 2009, itulah kali pertamanya aku naik Trans Jogja. Waktu itu sekalian maen ke rumah teman lama, jadi sekali merengkuh dayung, dua pulau terlampaui.

Jadi, pertamanya aku naik bus dulu dari depan rumahku terus turun di Jokteng Kulon. Aku lupa nama haltenya apa, yang jelas disitu ada halte bus Trans Jogja. Sebut saja halte “Jokteng Kulon”. Disitu aku langsung masuk saja ke haltenya dan langsung disambut oleh petugas halte (kayak tamu kehormatan gitu soalnya haltenya lagi sepi =p). Akupun menjelaskan tujuanku kalau aku mau pergi ke Mandala Krida. Petugas itupun menjelaskan sejelas-jelasnya bahwa nanti aku harus naik bus jalur ‘X’ trus transit di halte “Jokteng Wetan” trus naik bus jalur ‘Y’ dan baru bisa turun di halte “Mandala Krida”. Akhirnya akupun manut saja. Dan disitupun aku harus membayar Rp 3.000,00. Pikirku waktu itu, “Hah, mahal amiit, Jokteng Kulon ke Jokteng Wetan kan cuman deket banget, naik bus biasa paling cuman seribu doang.”

Hahaha, ternyata aku telah berburuk sangka, dan prasangkaku itu ternyata salah. Setelah turun di halte “Jokteng Wetan” dan naik bus jalur “Mandala Krida”, ternyata aku tidak perlu membayar lagi =p. Jadi, enaknya naik bus Trans Jogja itu, bayarnya cuman sekali, jadi asalkan kamu tidak keluar dari halte, dianggap perjalananmu belum selesai, kamu masih bisa naik busnya lagi. Gimana, pilihan transportasi yang murah kan?

Selain itu, kursinya juga nyaman, ditambah fasilitas AC (apa ini nggak mensuplai global warming ya?). Kalau busnya lagi sepi, bisa duduk dengan nyaman, tapi kalau lagi penuh dan banyak penumpang yang memaksa untuk masuk ya, sama aja kayak bus biasa ;D. Apalagi tu kalau lewat jalan Malioboro, langsung deh penumpangnya bejibun.

Sejauh ini, kalau tidak salah, di Indonesia baru ada 3 kota yang mengoperasikan bus trans. Jakarta, Jogja, kemudian Bandung, tapi gak tau juga sih yang Bandung udah dioperasikan belum. Denger-denger sih kalau dioperasikan cuma di jalan Soekarno Hatta, maklumlah Bandung sudah penuh dengan angkutan umum dan mobil-mobil pribadi, bisa tambah macet ntar kalau ditambah bus trans. Kalau yang di Jakarta sih, kayaknya menyeluruh ya pengoperasiannya. Tapi, antriannya di haltenya itu lho, panjaaaaaaaaang banget, aku pernah liat sendiri waktu bulan Oktober ke Jakarta, dan itu pas sore hari sih. Kalau dipikir-pikir bisa habis waktu buwat ngantri disitu ;D. Jadi mungkin yang ideal ya yang di Jogja. Selain pengoperasiaannya juga hampir menyeluruh (bahkan sampai ke Prambanan), kita juga gak perlu antri terlalu lama untuk menikmati fasilitas bus ini. Bagaimana, tertarikkah Anda untuk mencoba Trans Jogja?

Selamat mencoba!!^^

(gambar diambil dari: http://farm4.static.flickr.com/3003/2778608320_7e1b4556ea.jpg)

OOP: Sejarah Java February 20, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
4 comments

Sejarah Java berawal pada tahun 1991 ketika perusahaan Sun Microsystem memulai Green Project, yakni projek penelitian untuk membuat bahasa yang akan digunakan pada chip-chip embedded untuk device intelligent consumer electronic. Bahasa tersebut haruslah bersifat multiplatform, tidak tergantung kepada vendor yang memanufaktur chip tersebut. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystem.

Dalam penelitiannya, Project Green berhasil membuat prototype semacam PDA (Personal Data Assistance) yang dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lain dan diberi nama Star 7. Ide berawal untuk membuat sistem operasi bagi Star 7 berbasis C dan C++. Setelah berjalan beberapa lama, James Gosling, salah seorang anggota team, merasa kurang puas dengan beberapa karakteristik dari kedua bahasa tersebut. Ia berusaha mengembangkan bahasa lain. Bahasa tersebut kemudian dinamakan Oak, diinspirasi ketika dia melihat pohon di seberang kaca ruang kantornya. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi “Java”. Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.

Karena pada awalnya ditujukan untuk pemrograman device kecil, Java memiliki karakteristik berukuran kecil, efisien, dan portable untuk berbagai hardware. Project Green sempat terancam terhenti karena dalam perkembangannya, device ini belum memiliki pasar seperti yang diramalkan semula. Selanjutnya Java diarahkan untuk pemrograman internet. Secara kebetulan, fitur-fitur Java yang telah disebutkan sebelumnya sangat sesuai bagi pengembangan internet sehingga dalam beberapa tahun belakangan ini Java telah menjadi primadona untuk pemrograman yang berbasis internet.

Referensi:

Hermawan, Beni. 2004. Menguasai Java 2 & Object Oriented Programming. Yogyakarta: Andi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Java

Aku Bukan Psikopat February 17, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
6 comments

Ya ampyuun, pinter-pinter gini, manis-manis gini dibilang psikopat?? Nggak banget deh.

Begini nih ceritanya, pulang-pulang dari Dufan, aku mendapat gelar baru, yaitu si kopat. Hanya gara-gara aku ketagihan naik tornado sama kicir-kicir, yang katanya lumayan sereem tuuh. Haduuh, haduuh, padahal kan banyak juga yang ketagihan selain aku. Trus di foto yang pertama kali aku naik, ke shoot gambar yang aku pas lagi ketawa bahagia, padahal yang lainnya lagi mangap teriak ketakutan. Jadilah menempel predikat psikopat padaku.

Mana pada manggil aku dengan nama yang aneh-aneh lagi. Mbak si, sayko, apa pula tuu.. Namaku kan Tia, bukan sayko. Tapi aku yakin, panggilan ini nggak akan bertahan lama, hoho. Semoga saja, amiin.. Nggak kasian apa, gimana masa depanku ntar kalau aku dikira psikopat beneran? =p.

Untuk meyakinkan bahwa diriku bukan psikopat, aku sudah searching artikel tentang psikopat di Wikipedia. Mari kita baca dan buktikan bersama-sama.

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya. (wah, nggak aku banget deh, aku kan suka menolong dan tidak sombong ^^)

Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut “orang gila tanpa gangguan mental”. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan. (yaa, aku emang nggak punya gangguan mental sih, tapi kan nggak berarti..)

Seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. (eh, aku kan anak yang jujur, boong dikit aja langsung ketauan, tapi kalau ikut nggosip sih.. sering, hehe)

Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan. (waduuh, gawat nih, yang kalimat terakhir tu aku banget deh.. =p)

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek. (baca bener-bener nih.. tega bener kalian membuat namaku menjadi jelek.. huhu, tega ya kalian berbuat seperti itu sama calon orang sukses? =p)

Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi. (gawat nih, IQku kan jauh di atas rata-rata.. ya gimana lagi?? hallah =p)

Gejala-gejala psikopat

  1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta. (eh, maaf ya, aku kan anak yang jujur, anteng, pendiam, dan pintar matematika, haha =p)
  2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat. (aku bukan.. wonder womenmu yang bisa.. terus menahan rasa sakit.. walah malah nyanyi ;D)
  3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. (aku kan orangnya sensitive, care.. yaa gitu deh..)
  4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil. (nglanggar lampu merah, ditangkep pak polisi, suka mbolos, hehehe)
  5. Sikap antisosial di usia dewasa. (aku kan suka menyendiri, introvert, tapi yaa gak gitu-gitu amat laah.. aku senang berteman dengan siapa aja ^^)
  6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya. (hahaha, serem banget ya, megang ayam aja aku gak berani tuu.. tapi kalo ayam yang udah digoreng sih berani =p)
  7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah. (loves tornado =p)
  8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. (aku kan tipe kepribadian melankolis, jadi selalu merencakan dan memikirkan hal-hal yang akan aku lakukan, lagipula aku juga mewarisi sifat sabar dari kepribadian phlegmatis, haha)
  9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka. (aku tuu prihatin lho orangnya ^^, kata ibu, ibunya siapa tu?, kalau ingin mencapai sukses harus prihatin, kerja keras, dan rajin doa, Tia selalu inget kata-kata ibu)
  10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar — bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah “dingin”. (vampire kali, kok dingin.. oiya, aku kan Tia Cullen, udah digigit sama Edward Cullen the handsome boy, jadi vampire deh, hallah ngaco, geje =p)
  11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya. (adakah yang mau jadi inangnya? =p)

Jadi, kesimpulannya, aku tuh bukan seorang psikopat. Kalau bercandaan sih ga papa. Tenang aja, aku kan punya sisi phlegmatis yang sabar. Hanya sanggup tersenyum, haiiyah..

Yaa Alloh, kuatkanlah aku dalam menjalani kehidupan ini, kabulkanlah doa-doaku, amiin.

Hidup ini perjuangan, yang harus dihadapi dengan senyuman ;D, walaupun kadang menyakitkan, walaupun kadang melelahkan. Ayo tetap semangat jalani semuanya!!

Aku dan Exacta February 16, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
add a comment

Exacta adalah sebuah lomba yang ditujukan untuk anak SMP, biasanya pesertanya dari daerah DIY dan Jateng. Dan mata pelajaran yang dilombakan adalah matematika dan IPA (fisika, biologi). Adapun yang mengadakan event ini adalah SMA 1 Yogyakarta (my lovely highschool), tepatnya sie otonom Teladan Science Club (miss u te-es-ce..).

Jadi peserta Exacta 2004

Perkenalanku dengan Exacta dimulai pada tahun 2004, ketika aku masih kelas 3 SMP. Ketika itu SMPku tercinta, SMP 1 Bantul, mengirimkan beberapa siswanya untuk mewakili sekolah mengikuti lomba Exacta. Dan aku salah satunya ^^, hwuaa bangga juga.

Waktu mengerjakan soal babak penyisihan, aku nggak feel gimana-gimana sih, paling ya feel kalo soalnya susah kali ya, yah maksudku nothing to loss gitu. Dan ternyata, alhamdulillah aku bisa lolos ke babak semifinal, waktu itu aku dapat peringkat ke-10 lho.

Tes selanjutnya. Soalnya essay dan ternyata ‘angel tenan soale’, huhuhu. Apalagi matematikanya (kayaknya aku kenal deh sama yang bikin =p). Aku sudah pasrah. Tapi, nggak disangka, aku lolos ke babak final, masuk 5 besar. Bersyukur banget aku. Satu hal yang aku pikirkan waktu itu, ‘horee, aku bakal dapet piala, juara berapapun aku nanti, udah pasti aku bawa pulang piala, dan ini adalah piala pertamaku, so sweet..’. Senangnya..

Tapi rasa senang itu tidak bertahan lama. Tiba-tiba aku dilanda rasa nervous yang amat sangat. ‘Waduuh, aku harus berani ngomong nih, ntar kalo aku nggak bisa gimana, kalo malu-maluin gimana, kan diliatin ama orang banyak. Ama mbak-mbaknya dan mas-masnya yang cakep dan pinter, kan malu ntar..’. Hoho. Eh ternyata beneran, waktu tes percobaan hukum Archimedes, udah di depan para juri dan penonton itu, aku dikasih alat-alat percobaan dan harus praktek saat itu langsung. Tamatlah riwayatku waktu itu.. Aku bener-bener nge-blank, bener-bener nggak tau mesti diapain tu alat, pikiranku udah kacau bangetlah pokoknya. Dan waktu presentasinya, aku bener-bener nggak tau mesti ngomong apa, sekeluarnya aja dari mulutku, huhu, bener-bener memalukan deh Tia nih.. But Alhamdulillah, Allah always gives the best for me. I get the third place, and of course, bawa pulang piala dong, horee ^^. Thanks GOD.

Jadi sie soal Exacta 2005 dan Exacta 2006

Setelah berhasil menjadi siswa SMA 1 Yogyakarta, aku daftar jadi anggota TSC, dan Alhamdulillah ketrima. Syik asyik. Sie otonom TSC, dari tahun ke tahun punya agenda rutin untuk menyelenggarakan lomba Exacta. Dan kami para anggotanya yang masih aktif (disebut SEL), yang bertugas menjadi panitia kegiatan. Di Exacta 2005, ternyata aku kebagian jadi sie soal, bersama beberapa teman lain. Sie soal ini tugasnya yaa nentuin soal-soal yang bakal dipakai di lomba, kalo kepaksa bisa bikin soal sendiri, ngerjain soal-soalnya, mastiin kuncinya bener, trus ngoreksi jawaban dari peserta, ya gitu deh. Lumayan elite juga kerjanya, hehe. Tapi aku enjoy aja sih jadi sie soal, nggak terlalu tertekan atau terbebani gitu. Asyik kok bisa bikin orang lain pusing, hehe. Waktu Exacta 2005 tu ada sebuah kesalahan teknis yang sangat fatal. Scary banget deh, dan sie soal adalah salah satu sie yang terkena imbas paling besar waktu itu, berasa disaster deh =p. Mana dapat kritikan kalau soal-soal matematikanya terlalu gampang. Ya aku sebagai yang bikin kan merasa gimana gitu, ya sebel sih, pengen rasanya tak bales dendam dengan soal-soal yang bikin kayang, haha.

Akhirnya dendamku terbalaskan di Exacta 2006. Aku jadi sie soal lagi. Padahal bosen juga. Waktu itu sih aku pengennya jadi sie pendaftaran. Enak ngeliatin temenku yang jadi sie pendaftaran gitu, mereka pada dikerubungin ama orang banyak, dah berasa kayak artis beken aja =p. Exacta 2006, sie soal mencoba dengan teknis lomba yang baru, terutama untuk babak semifinalnya. Kita pakai metode moving dan.. pokoknya jadi beribet deh, haha. Soalnya juga susyah-susyah. Kebanyakan diambil dari soal-soal olimpiade untuk anak SMA, haha, pokoknya sadis ^^.

Jadi pembahas Exacta 2009

Tahun 2007 dan 2008, aku gak tau sama sekali gimana kabar Exacta. Baru sekitar akhir Januari kemarin, kebetulan aku lagi holiday di Jogja. Trus aku kebetulan diminta jadi salah satu pembahas Exacta, yaa apalagi kalo bukan ngebahas yang matematika. Jujur ya, aku seneng banget, tapi ya aku tu lupa-lupa ingat kalo disuruh ngerjain lagi soal-soal berbau olimpiade gitu. Nah, kemaren itu, baru H-1 aku dapet softcopy soal Exactanya. Dan, rencananya tu aku ngebahasnya pake slide power point, dari pada kalo aku nulis langsung ntar beribet. Alhasil, jadilah aku semalaman tu berkutat dengan laptopku. Ngerjain soalnya dulu, mikir apa yang mo ditulis, bikin equation, print screen, crop pake photoshop, taruh di power point, kasih animasi, hwuaa, liburan kok jadi ngelembur gini =p.

Paginya, slideku masih belum beres. Dan aku langsung ke SMA 1 aja, tak lanjutin disana ngerjainnya, sampai melewatkan acara reuni bersama para fosil TSC. Tapi sempat ketemu, dikit juga sih yang dateng. Akhirnya, setelah Imam yang ngebahas biologi, trus Prasetyo yang ngebahas Fisika, akhirnya, tibalah giliranku yang ngebahas matematika. Jeglek, waktu nancepin USB, nggak ke detect, trus ganti computer dan Alhamdulillah ke detect. Aku yang awalnya ngerasa nervous-nervous gimana gitu, eh waktu udah ngomong di depan jadi lupa waktu, jadi nerocos gitu ngomongnya, padahal se-aula anak-anak SMP gitu, trus ya gaya ngomongku ke-jutek-jutek-an gitu lah, biasa, hehe. Akhirnya, waktuku dah habis, padahal baru ngebahas nyampe 10 nomer, padahal lagi, aku dah bela-belain bikin pembahasannya sampai semuanya, sampai 20 nomer. Kecewa deh.. Tapi ga pa pa deh. Kan pembahasanku yang paling keren sendiri soalnya memanfaatkan teknologi power point, hahaha, enggak ding.

Semoga kapan-kapan bisa berpartisipasi dalam Exacta lagi. Kira-kira jadi apalagi ya?

Loves Tornado February 11, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
6 comments

waaah kangen naek tornado lagi. mempertaruhkan nyawa. haghag x).

Ini dia ‘memori-memori indahku’ waktu naik tornado, haha..:

Naik pertama kali, pose dulu dong sebelum diputer ;p:

Mas Gon (Arif)  – Sayko (Tia) – Ijo (Whe) – Mbak Pur (Anggi) – Paijo (Mas Pandu)

Foto yang lain menyusul, lagi sibuk nih =p.