jump to navigation

KING July 6, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
Tags:
add a comment

Guntur, tokoh utama di film ini

Film ini bercerita tentang kisah perjuangan seorang anak berusia 12 tahun, bernama Guntur. Guntur adalah seorang anak desa yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Dia hanya tinggal berdua dengan bapaknya, ibunya telah meninggal.
Bapak Guntur sangat menyukai badminton, oleh karena itu dari sejak dini Guntur sudah dikenalkan pada olahraga ini. Bapaknya sangat keras terhadap Guntur, Guntur seringkali dihukum jika kalah dalam pertandingan. Di balik semua sikap kerasnya itu, bapaknya sangat sayang terhadap Guntur. Mungkin itulah caranya untuk mendidik Guntur agar punya mental yang kuat.
Guntur juga punya seorang sahabat bernama Raden. Raden ini sangat cerewet dan sok tahu, tapi dia sangat menyayangi Guntur sebagai sahabatnya.
Walaupun Guntur sering mengikuti pertandingan bulutangkis di desanya, namun ia hanya memakai raketnya yang terbuat dari kayu. Saat ada pertandingan di tingkat kelurahan, ia harus meminjam raket orang lain, bapaknya tidak punya uang untuk membelikannya raket. Bahkan, ketika tali raket itu putus, Guntur dan Raden malah mencuri tali balon milik pedagang keliling untuk menyambung tali raket yang putus itu. Akibat perbuatannya itu, mereka berdua mendapat hukuman. Bersambung..
Menurutku, film garapan Ari Sihasale ini sangat bagus. Saya sebagai penonton merasa terinspirasi. Yang pertama, pada bagian persahabatan antara Guntur dan Raden. Walaupun persahabatan mereka sering diwarnai dengan kenakalan Raden, saya sangat appreciate terhadap pengorbanan dan semua dukungan yang diberikan oleh Raden kepada Guntur. Persahabatan memang indah, jika itu diwarnai dengan ketulusan..
Bagian menarik lainnya yaitu tentang usaha dan kerja keras. Guntur berjuang di tengah-tengah semua keterbatasan yang ia miliki. Ia jauh dari yang namanya fasilitas. Namun, pada akhirnya, ia bisa berkembang dan mengharumkan nama Indonesia. Kadang dia memang merasa terpuruk, namun dukungan dari orang-orang di sekitarnya dapat membuatnya bangkit kembali. Lalu, bagaimana dengan kita? Kita punya banyak fasilitas di sekitar kita, tapi, apakah kita sudah benar-benar bisa memanfaatkannya? Ini juga menyadarkan kita bahwa kita tidak boleh menyerah dengan keadaan. Mungkin kita memang miskin, kita hidup dalam sebuah keterbatasan, tapi ini bukanlah alasan bagi kita untuk menyerah pada keadaan, ini bukanlah sebuah penghalang bagi kita untuk meraih cita-cita yang selama ini kita impikan!! Terkadang, dalam keterbatasan itu, kita bisa menemukan makna perjuangan yang sesungguhnya!!
Film ini benar-benar sangat menginspirasi. Penasaran kan ama ceritanya? Makanya, tonton aja!! Film aseli buatan Indonesia loh!!

Bersepeda ke Goa Selarong July 3, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
3 comments

Rasanya liburan jadi kurang seru tanpa acara jalan-jalan! Kebetulan, di liburan kali ini, aku lagi senang bersepeda. Kalau diingat-ingat kembali, terakhir kali aku rutin bersepeda ya pas SMP. Pas SMA aku naik motor, sedangkan pas kuliah ini aku jalan kaki.
Kebetulan banget aku kenal mas Wijna seorang blogger yang hobinya jalan-jalan yang gak biasa, mblusuk-mblusuk. Mas Wijna ini suka banget jalan-jalan ke candi, makanya menjuluki dirinya sendiri sebagai “pencari batu” (kirain tukang batu beneran mas.., he3). Dan karena rumahnya mas Wijna di Jogja, maka jadilah pada hari Minggu tanggal 28 Juni 2009 kita bersepeda ke Goa Selarong.
Mas Wijna ini termasuk sudah mahir bersepeda, bayangkan, dia sudah bersepeda dari Jogja sampai Borobudur!! Jadi kalau cuman bersepeda ke Bantul gak bakalan capek dia.. (Iya gak sih? Hehe).
Sesampainya di Goa Selarong, lumayan rame, maklumlah kan hari libur. Ternyata oh ternyata, ada rombongan orang sepedaan gitu juga, wah bagus bagus.
Karena mas Wijna seorang fotografer, tidak lupa dia membawa istri dan anaknya (kata dia lho), yaitu kameranya yang ternyata setelah tak pegang berat juga.. Hehe.
Kali ini aku diajakin jalan-jalan mblusuk beneran. Tujuan pertama, ke sendang, bukan ke goanya. Ternyata lokasinya sendang itu di tengah hutan (hutan bukan sih itu?). Gak nyangka kita juga nemuin batu candi, trus ada kuburan kuno juga. Trus kita naik ke atas. Sampai atas aku capek (weleh, payah ya..). Akhirnya kita turun lagi, daripada nanti kita kesasar di tengah hutan dan ceritanya jadi kayak Petualangan Sherina, tapi tanpa Boscha, Boscha kan di Bandung..
Habis itu perjalanan dilanjutkan ke goanya. Aku capek lagi soalnya naek lagi. Mas Wijna beli pisang sama simbah-simbah gitu, simbahnya trus dia foto. Trus liat goanya. Goa ini dulunya buwat tempat bersembunyi Pangeran Diponegoro loh.. (kenal kan sama beliau??) Di dekat goa ada pemandangan air terjun. Tapi ya itu tadi, karena musim kemarau jadi airnya cuman dikit.
Pulangnya beda rute, jadi gak lewat depan rumahku lagi. Pulangnya lewat Kasongan. Aku dah hapal jalannya soalnya dulu sewaktu SMA kalo lagi pusing aku lewat sini, tapi pake motor, jadi gak kerasa nanjaknya.. Tapi kalau lewat rute ini, pemandangannya lebih bagus, beneran deh..
Kadang jalannya menanjak. Tapi kadang ada turunan yang panjang gitu.. Kalo yang ini asyik banget deh.. Jet coaster loh!!
Akhirnya, kita harus berpisah di persimpangan Kasongan. Aku ke arah Bantul dan mas Wijna ke arah Jogja.. Wah, terima kasih sudah diajakin jalan-jalan mas. Kapan-kapan lagi ya!! Oiya, kalau kamu sudah menguasai dunia, jangan lupa bagianku =P.

aku ngopy gak bilang2.. he3.. keren ya kayak petualang!!aku ngopy gak bilang2.. he3.. keren ya kayak petualang!!
NB: Kalo mo baca artikelnya yang lebih bagus ke webnya mas Wijna aja.

Pencari Batu vs Programmer: Goa Selarong <- KLIK YA!!

Aku Lagi Belajar Bahasa C July 3, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
3 comments

Wah.. wah.. hari gini? Kamu ini semester berapa tho yak? Aku besok itu semester 5!! Tidak ada kata terlambat untuk belajar, betul gak?! Aku semester 1 sudah belajar bahasa C pas Programming Club dulu, semester 3 belajar lagi untuk mata kuliah Struktur Data dan aku dapet nilai B saudara-saudara, bersyukurlah karena itu mata kuliah maut, temen-temenku banyak yang ngulang, alhamdulillah aku enggak. Aku belajar lagi karena selama ini aku kurang begitu hapal syntax bahasa C, yang tak inget ya syntax bahasa Pascal. Padahal C itu jauh lebih powerfull dibandingkan Pascal (menurutku lho, kayaknya juga banyak yang setuju deh sama statement ini). Selain itu juga banyak bahasa pemrograman lainnya yang syntaxnya mirip dengan bahasa C. Itulah sebabnya aku sempat berpikir untuk berhenti jadi asisten bahasa Pascal, karena aku jadi ingetnya ya sama syntax bahasa Pascal itu tadi. Tapi ya hanya kepikiran saja sih, aku masih cinta Pascal.. My first job ya berkat bahasa Pascal juga. Dulu kalau ada tugas coding dengan bahasa C, selalu liat buku, banyak sih dulu tugasnya. Kalau gak bisa, suka bingung sendiri, hehe.
Lalu kenapa sekarang terdorong untuk belajar lagi? Iya, ini tuntutan peran.. (Hayah, kayak sinetron ajah :D ) Aku mau ikut programming contest soalnya.. (Ghahaya..). Programming contest yang waktu di Jakarta itu, yang ngerti syntax bahasa C, Agung sama Oscar. Waktu programming contest Arkavidia, aku, Rheza, dan Whe pakai bahasa Pascal. Yang programming contest Gemastik ini, no Pascal! Jadi, sekarang saatnya untuk aku mengerti bahasa C! Semoga! Doakan teman-teman…
#include <stdio.h>
int main(){
printf(“Hello WORLD!! Tia sedang belajar bahasa C!!”);
return 0;
}

High Standard, Perfeksionis July 3, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
2 comments

Perfectionist

Aku jadi begini karena lingkungan yang membentukku. Aku tumbuh, bergaul dengan orang-orang di sekelilingku. Saat aku SD, SMP, aku percaya akan semua hal yang dikatakan oleh guruku. Aku tidak membantah. Saat di bangku SMA, aku mulai merasakan subyektifitas yang jamak aku temui. Dari mulai perihal nilai pelajaran, pertemanan, dan banyak kebijakan lainnya.. Aku mulai bisa menilai, aku belajar memberontak!
Aku menerima hal-hal yang sesuai dengan pertimbangan akalku. Aku bisa memilih dan membedakan sendiri tanpa didikte lagi. Aku sendirilah yang membentuk diriku. Tapi jangan lupa, aku dulu pernah didikte, aku pernah dibentuk oleh orang-orang di sekelilingku, mereka mempengaruhiku sampai saatnya aku bisa menilai sendiri.
Aku punya standar tinggi. Standar itu tidak hanya aku terapkan pada orang lain, tapi juga pada diriku sendiri, aku kadang kewalahan dengan standar itu, tapi aku gak mau cuma jadi orang yang omong doang, bukankah begitu? Aku bertanya sama mamakku, sejak kapan aku jadi seseorang dengan standar tinggi seperti ini? Dia bilang sejak aku SMA, sejak aku sekolah di kota, bergaul sama anak-anak kota! Kalau dipikir, memang benar. Saat itu kehidupanku berubah drastis, aku berteman dengan anak-anak kota, yang kebanyakan adalah anak orang kaya, orang tua mereka kaya, mereka terbiasa mendapatkan sesuatu yang terbaik, mereka dibentuk seperti itu!
Teman-temanku bercerita, aku mendengarkan. Mereka membahas sesuatu hal yang tinggi menurut ukuranku karena aku berasal dari keluarga yang biasa saja. Aku ini anak dari desa yang beruntung bisa sekolah di kota, di SMA favorit lagi, betapa beruntungnya aku. Telingaku sudah terbiasa mendengarkan cita-cita mereka yang tinggi, tentang pendidikan yang terbaik, tentang prestasi, tentang eksistensi diri. Aku tidak minder berteman dengan mereka, malahan aku merasa senang, setidaknya kemampuan otakku bisa mengimbangi otak mereka, bisa mengimbangi mereka yang terbiasa dengan semua fasilitas yang lengkap, aku terjerumus ke dalam sebuah lingkungan yang menjunjung tinggi prestise, itulah faktanya! Perubahan ini tidak aku rasakan, dia masuk perlahan, menyatu dengan diriku, mungkin untuk selamanya, susah mengusirnya, sampai ada yang berteriak, “Tia, turunkan standarmu itu!!”.
Perfeksionis. Saling mendukung dengan sifat standar tinggi tadi. Perfeksionis. Kalau yang ini, aku tidak tahu bagaimana dia bisa ada di dalam diriku. Dia sudah ada begitu saja, dan pupuk-pupuk itu membuatnya semakin tumbuh subur. “Hmm, kalau nilai matematikaku dapat 100, aku dapat hadiah kan? Susah lho dapat nilai 100..,” kataku. Mamakku mengiyakan. Aku dapat hadiah, itu di awal-awal, lama-lama akunya jadi bosan.. Lha, aku sering dapat nilai 100 di pelajaran matematika. Aku harus benar-benar memahami materinya, aku gak boleh salah itung, ini soal gampang, gak seperti soal-soal olimpiade itu, setidaknya.. aku harus benar semua! Dulu pola pikirku terbentuk seperti itu. Salah gak sih? Do your best, and you will get the best. Lha aku hanya mengadopsi kata-kata itu. Tapi ya aku sering memberontak juga terhadap masalah ini..
Masalah nilai (yang tak maksud disini ya nilai pelajaran) sebenernya aku tidak terlalu ambisius.. Walaupun aku pernah menangis sewaktu aku dapat nilai jelek, itu semata-mata bukan karena masalah nilainya, tapi lebih ke masalah kecewa terhadap diriku sendiri, kenapa aku sebodoh itu. Kalau aku memang bisanya segitu ya gak masalah kalau aku dikasih nilai jelek, yang penting itu emang usahaku sendiri. Masalah nilai-nilai matakuliahku bagus, itu semata-mata bukanlah ambisiku, aku bukan seorang pengejar nilai. Tapi keadaan yang menuntutku harus begitu. Kalau IPKku di bawah 3.5, itu berarti aku gak dapat beasiswa penuh. Aku harus mikirin orang tuaku juga kan yang mencari uang untuk aku. Hidup di Bandung saja sudah mahal! Kadang itulah satu-satunya alasan kenapa aku harus dapat nilai bagus.
Akan tetapi, aku gak perfeksionis sepenuhnya.. Kadang aku membiarkan saja semuanya berjalan tidak sesuai kemauanku, bahkan aku sering memberontak, untuk apa aku mendapatkan nilai-nilai tinggi itu? Untuk apalagi.. Aku hanya bisa seperti ini, I’m not a perfect person.

Gak Jadi Posting June 25, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
5 comments

Aku udah nulis, tak simpen di flashdisk, formatnya ms word 2007.

Aku ke warnet, kali ini naek motor, soalnya panas banget.

Aku mau buka fileku, mau posting di blog, tapi komputernya masih pake ms word 2003.

Aku lupa gak convert..

Aku gak jadi posting..

Aku kangen di kampus, ngenet gratis, enggak panas, key boardnya enak.

Aku sebel, ini key boardnya gak enak.

Aku ngenet di sini dua hari sekali.

Udah ah, mau pulang ajah.

Dolphins June 18, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
Tags:
3 comments

Stop dulu! Jangan langsung bilang aku porno!! =p

Ini cuman mau berbagi gambar dari situs favoritku ^^

dolphins

dolphins

Keterangan: (wajib dibaca!!)

This one is interesting. Children will probably see a group of playing dolphins. But adults see usually something else. It’s called Message of Love from the Dolphins (by Sandro Del-Prete).
sumber: http://brainden.com/optical-illusions.htm

Btw, masa aku tadi perlu waktu lama banget untuk bisa berhasil melihat gambar dolphin-nya.. >.<

How Old Are You? June 18, 2009

Posted by ranystarry in Inside my mind.
1 comment so far

Iseng doang..

Beberapa menit yang lalu aku ngetes berapakah umurku.. Dan ini nih hasilnya:

Tia has been alive for:

623,394,283 Seconds

10,389,905 Minutes

173,165.1 Hours

7,215.21 Days

1,030.74 Weeks

237.04 Months

19.76 Years

Ehm, tua gak sih? =p
Ntar kalo ditanyain: Umurmu kamu habiskan untuk apa Tia?
Apa aku jawabnya buwat tidur, buwat ngenet. Aku jarang belajar, ibadah biasa aja, huhuhu.. Kok jadi takut ya? T-T.

Don’t waste your time! Lakukanlah hal-hal yang baik dan berguna Tia!! Berubahlah ke arah yang lebih baik!! You can!! ^^